Yang pertama, kita bahas tentang masalah keberangkatan sampai ke Bandung. Sebagai kota besar, Bandung dapat dicapai dengan semua moda transportasi, kecuali kapal. Untuk terminal, ada Terminal Leuwi Panjang yang lebih banyak melayani kedatangan dari Jakarta dan kota-kota luar pulau, dan Terminal Cicaheum yang lebih banyak melayani kota-kota Jawa Tengah / Jawa Timur dan beberapa Jawa Barat (Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Ciamis). Ulasan lebih lengkap tentang transportasi bus dari Jawa Tengah atau Jawa Timur bisa dilihat di sini. Kalau kamu naik kereta, kamu bisa turun di Stasiun Bandung (atau yang juga dikenal dengan Stasiun Hall) untuk kereta bisnis dan eksekutif atau Stasiun Kiara Condong untuk kereta ekonomi. Sementara buat kamu yang punya duit dan lebih memilih buat terbang buat naik pesawat, bisa minta turun di Bandara Husein Sastranegara ya. He’eh, tinggal bilang, “Kiri kiri, Pak!” sama pilotnya, nanti pesawatnya berhenti terus kamu bisa turun langsung gyahahahahaha.
“Gie, kalo gue jalan kaki aja dari Semarang gimana? Biar ngirit.”
“Gie, kalo gue naik sapu terbang gimana? Gue berangkat dari Hogwarts.”
Kalo itu sih lo bisa turun di mana pun lo suka. Nggak usah tanya-tanya gue -_____- #nanyasendirijawabsendiri
Nah, buat lo yang dateng dari Jakarta dan sekitarnya pake kendaraan pribadi, lo bisa pake jalur tol atau jalur non-tol. Untuk jalur tol, rutenya adalah seperti ini:
Tol Cikampek – Tol Cipularang – Tol Padaleunyi – keluar tol Pasteur
Tol Jagorawi – Puncak – Cianjur – Tol Padaleunyi – keluar tol Pasteur
Tol Jagorawi – Cibubur – Jonggol – Ciranjang – Tol Padaleunyi – keluar tol Pasteur
Sementara buat lo yang lebih memilih jalur non-tol, bisa pake rute Cikampek, Puncak, atau Jonggol. Rute Cikampek berangkat dari Pulogadung / Kalimalang, lalu dilanjutkan hingga Bekasi Timur, Bekasi Barat, Cikarang, Karawang, Purwakarta, Padalarang, hingga akhirnya Bandung. Rute Puncak akan melalui Cibinong, Bogor, Puncak, Cianjur, dan Padalarang. Sementara rute Jonggol akan melalui Pasar Rebo, Cibubur, Jonggol, Ciranjang, dan Padalarang. Rute pertama adalah yang paling sering banyak digunakan.
Nah, sekarang kita asumsikan lo sampai di Bandung hari Sabtu pagi. Sebelum check-in ke hotel, lo bisa istirahat dulu sambil sarapan pagi di Bubur Bubur Ayam M.H. Oyo Tea atau yang biasa disebut bubur Oyo aja. Lokasinya di Jl. Sulanjana nih, nggak jauh dari pusat kota. Bentuknya yang cuma sebuah warung kaki lima nggak menyurutkan semangat pengunjung buat dateng. Harganya juga murah, dari Rp 7.000,00 hingga Rp 12.000,00. Ada yang khas nih dari bubur yang satu ini. Bubur Oyo ini kental banget, sampai-sampai nggak akan tumpah meski mangkoknya dibalik. Yes! Pagi-pagi udah wisata kuliner. Jangan lupa instafood ya, biar seluruh dunia tahu lo lagi di Bandung :D
Oke. Anggaplah lo udah dapet hotel di Bandung seperti yang lo mau. Lo bisa terus check-in, dan istirahat bentar sambil mandi-mandi madu sampai jam makan siang. Karena lagi berada di tanah Sunda, jangan makan di tempat-tempat makan fast food dong. Pilih rumah makan khas Sunda, seperti Ampera (ini ada di mana-mana), Nasi Bancakan, Sambara (keduanya di kawasan Jl. Trunojoyo), Sambal Hejo (Jl. Natuna), RM Ibu Hj. Ciganea (di belakang Telkom Gasibu), atau Ma Uneh (di Jl. Setiabudhi dan Pajajaran). Habis makan siang, kamu bisa langsung wisata belanja deh, muahahahaha. Bisa ke sepanjang Jl. Riau sampai Jl. Trunojoyo (kawasan Factory Outlet dan distro), Jl. Ir. H. Djuanda alias kawasan Dago, sampai ke Jl. Setiabudhi. Ada FO yang beken banget di Jl. Setiabudhi, namanya Rumah Mode, yang rajin menyumbang kemacetan setiap weekend -_____-
Buat yang mau belanja-belanji murah juga bisa lho. Bisa ke Pasar Baru, ITC Kebon Kalapa, Jl. Cihampelas, Jl. Dewi Sartika, hingga ke Cimol Gedebage yang menjual beragam baju-baju bekas impor muehehehehe.
Capek dan laper shopping ke sana kemari, ngemil-ngemil dulu yuk di Baso Cuankie Serayu, masih di kawasan Jl. Riau. Cuanki sendiri adalah kuliner khas Bandung yang masuk dalam famili bakso-baksoan. Believe it or not, kata “cuanki” konon merupakan singkatan dari: “cari uang jalan kaki.” Hahaha, lucu banget ya. Cuanki biasanya emang dijajakan dengan berjalan kaki oleh pedagang asongan. Nah, Cuanki Serayu ini berbeda, karena sudah memiliki tempat sendiri. Rasanya juga lebih enak dong, dengan bahan-bahan yang dijamin berkualitas, cukup dengan selembar uang sepuluh ribuan. Kalau nggak mau makan bakso cuanki, bisa pilih Es Cendol Elizabeth di Jl. Otista dan Jl. Cihampelas, Colenak di Jl. Ir. H. Djuanda (Dago), Es Krim Durian (sepanjang Jl. Cihampelas), atau Martabak San Francisco yang juga berada di kawasan Riau.
Jika masih ada waktu sebelum jam mandi sore, lo bisa bersantai-santai sambil foto-foto di beberapa tempat ikonik Bandung seperti Gedung Sate, sepanjang Jl. Asia-Afrika (di situ ada Gedung Konferensi Asia-Afrika), Balai Kota (yang kalau sore menjadi tempat ngumpul komunitas dance, korean cover-dance, cheerleader, break-dance, dsb), atau Masjid Besar Bandung yang berada di sisi alun-alun.
Eits, malam minggu di Bandung nggak berhenti sampai di sini. Silakan melanjutkan jalan-jalan dengan bergerak ke utara, naik ke daerah Lembang. Ngapain, Gie? Berendam di Sari Ater Hot Springs and Resort hehe. Perjalanan menuju Lembang memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang nggak bawa kendaraan pribadi, bisa sewa mobil dengan tarif 300.000-an untuk 12 atau 16 jam. Tarif segitu biasanya udah bisa dapet Avanza atau APV. Biaya masuknya Rp 19.000,00, sementara biaya untuk kolamnya adalah Rp 35.000,00. Jadi bayar dua kali nih. Gue sarankan lo beli tiket kolam (bukan tiket masuk) dari calo aja biar lebih murah. Kemarin, gue sama temen-temen bertujuh masing-masing cuma Rp 28.500,00 aja karena dapet harga Rp 200.000,00-an bertujuh. Jangan kaget, makin lama justru makin rame (dan makin aneh-aneh aja yang dateng)
Itinerary hari pertama selesai di sini :D
Hari Minggunya jangan bermalas-malasan dong, bangun pagi-pagi dan bergabunglah bersama warga lokal di Bandung Car Free Day di sepanjang Jl. Ir. H. Djuanda hingga Jl. Merdeka (Balai Kota). Bisa jalan-jalan, jogging, bersepeda, dilanjutkan dengan sarapan dengan jajanan yang ada dan berinteraksi dengan warga lokal. Traveller yang baik adalah traveller yang banyak berinteraksi dengan warga lokal #prinsipsendiri. Atau kalau nggak tertarik buat sarapan di situ, sarapan aja di kawasan Jl. Riau, tepatnya di Kupat Tahu Gempol. Yes! Jalan Riau adalah pusat kegiatan pariwisata Bandung. Wisata belanja, kuliner, semua di sini. Minggu pagi juga waktunya pasar kaget Lapangan Gasibu yang meluber sampai Jl. Surapati, ampe tumpeh-tumpeh #alaJupe
Siangnya bisa dilanjutkan dengan mengunjungi kawasan Ciwidey. Ada banyak wisata alam di sini: Kawah Putih, Situ Patenggang, Air Panas Ciwalini dan Cimanggu, hingga agrowisata kebun Strawberry. Dengan kendaraan pribadi, silakan menuju arah Kopo, Soreang, dan terus lurus sampai melalui petak-petak kebun Strawberry dan menemukan papan besar bertuliskan “Kawah Putih” di kiri jalan. Naik transportasi umum juga bisa, berangkat dari Terminal Leuwipanjang untuk naik angkot Ciwidey. Untuk kendaraan pribadi, parkirkan kendaraan lo di luar area Kawah Putih, atau lo bakal kena tagihan biaya parkir yang luar biasa menguras kantong. Dari gerbang, pengunjung akan diantar menuju Kawah Putih menggunakan fasilitas shuttle car yang disebut Ontang Anting dengan tarif p 25.000,00 PP. Selengkapnya bisa baca di sini :)
Malamnya bisa kamu habiskan dengan makan malam dan nongkrong-nongkrong cantik di mal-mal ikonik kota Bandung, seperti Cihampelas Walk atau Parijs van Java. Kedua cafe itu memberikan konsep “outdoor mall” buat pengunjungnya, bukannya gedung bertingkat yang tinggi menjulang. Kalau masih punya banyak waktu (dan duit), dateng aja ke Trans Studio dan nikmati berbagai macam wahana yang disajikan. Trans Studio adalah salah satu indoor theme park terbesar di dunia lho. Selain bisa menikmati berbagai macam wahana, lo juga bisa menikmati pertunjukkan-pertunjukkan spektakuler yang diselenggarakan pihak Trans Studio Bandung.
Bagi yang menyukai wisata edukasi, lo bisa dateng ke Saung Angklung Udjo di Jl. Padasuka, kawasan Bandung timur. Nggak cuma bisa menikmati pertunjukkan seninya, tapi bahkan bisa mengikuti workshop-nya untuk lebih mengenal Saung Udjo, mengetahui cara membuat angklung dan memainkannya, bahkan ikut perform bareng. Interaktif banget ya. Informasi lengkapnya bisa dilihat di situs resmi Saung Angklung Udjo. Nah, kalau lo jalan-jalan di Bandung pas hari kerja, kamu bisa dateng ke Observatorium Bosscha dan melihat keindahan antariksa di atas sana :)
Jalan-jalan 2 hari 1 malam kamu di Bandung selesai deh. Gimana, seru kan? Asyik kan? Bandung nggak hanya sekedar wisata belanja dan kuliner. Masih banyak objek wisata keren lainnya, seperti: Gunung Tangkuban Perahu, Taman Kupu-Kupu Cihanjuang, atau Lembang Floating Market. Kalau mau mengunjungi semuanya, dua hari nggak akan cukup sih hehe, kecuali lo cuma meninggalkan jejak dong. Dateng, foto-foto di depannya, udah deh balik lagi hihi. Tapi nggak seru banget kalau cuma kayak gitu, lo harus bisa menikmati kunjungan lo ke Bandung (dan juga di kota mana pun yang lo kunjungi).
Annyeong... Jgn lupa Sabtu, 31 Jan '15 KOREAN FESTIVAL di Politeknik Pajajaran jam 9-17. Acara GRATIS & terbuka utk UMUM. Acara sgt meriah spt:
ReplyDelete- Festival Cover K-Pop & Cover K-Dance se-Bdg dsk utk Pelajar dan Umum
- Penampilan mahasiswa Mokwon : Traditional music & dance, saxophone, choir etc
- K-Food festival & Cooking Demo, bazzar pernak-pernik dll
- Kompetisi Selfie dg mahasiswa Mokwon University "Live On Big Screen"
- Flashmob, Korean Photo Booth, Korean Face Painting & Battle of Dance dari semua peserta & mahasiwa Mokwon Uni.
Untuk pendaftaran K-Dance & K-Pop ke POLJAN di Grand Surapati Core Jl. Phh. Mustafa 155 Bdg atau hubungi:
- SMS/WA/Call: 0818 0201 5555 dan 082 115 776655
- PIN BB: 232e1970
- Twitter: @PoljanBdg
- FB: fb.com/PoljanBdg