0
Puncak Gunung Slamet, Potret Keindahan di Tengah Pulau Jawa
Bagi para pendaki yang hobi melakukan penaklukan di puncak-puncak Gunung, sudahkah Anda berkunjung ke puncak Gunung Slamet? Gunung yang memiliki tinggi kedua di pulau Jawa itu konon menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Tak hanya memberikan kepuasan bagi para pendakinya, Gunung Slamet juga memberikan panorama matahari terbit yang indah.

Sebagai gunung tertinggi kedua setelah Gunung Semeru, gunung ini kerap diabaikan dan luput dari perhatian para pendaki. Padahal berbicara pemandangan alam, Gunung Slamet tak kalah elok sejak dari kawasan pendakian dimulai. Gunung yang ketinggiannya yang mencapai 3.428 mdpl itu terletak di empat kabupaten yakni Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang ada di Jawa Tengah.

Untuk mencapai puncaknya, ada tiga jalur pendakian yang dapat ditempuh yakni  Bambangan, Baturraden dan Kali Wadas. Dari ketiga jalur itu, yang paling populer di kalangan para pendaki adalah jalur Bambangan yang terletak di  Kabupaten Purbalingga. Dusun tersebut dapat ditempuh dengan perjalanan dari Purwokerto ke Pertigaan Serayu dan diteruskan ke baseacamp pendakian di dusun Bambangan. Jika menyewa mobil tarifnya sekitar 300 ribu dari stasiun Purwokerto hingga basecamp.

Perjalanan menuju puncak Gunung Slamet akan melewati 9 pos dengan medan yang terjal dan mendaki. Semakin ke atas semakin terjal dan penuh dengan  Dari Bambangan, perjalanan dapat dilakukan menuju pos I Gembirung, pos II Walang, pos III Cemara, pos IV Samarantu, pos V Sumber Air, pos VI Samyang Rangkah, pos VII Samyang Jampang, pos VIII Kendit, dan terakhir pos IX Palawangan.

Dari Sembilan pos terdapat shelter di pos I, pos V, dan pos VII dan para pendaki disarankan untuk bermalam di ketiga selter tersebut. Dari pos VII menuju puncak jalannya sangat terjal dan mendaki. Terlebih setelah pos IX yang merupakan batas akhir vegetasi yang hidup, jalannya dipenuhi dengan bebatuan dan kerikil. Namun hal ini adalah tantangan yang sangat disukai para pendaki karena di titik inilah pemandangan yang eksotis mulai terlihat dan sangat memesona.

Jika para pendaki berkemah di pos VII, dalam waktu sekitar 2 jam mereka dapat mencapai puncak untuk melihat matahari terbit. Di sana pemandangan sunrise yang indah dapat disaksikan dan tidak kalah indahnya dibandingkan puncak Semeru. Tertarikkah Anda? Silahkan mencoba.

Post a Comment

 
Top