Q: saya sangat khawatir karena akan terbang bersama si kecil (14 bulan). Bagaimana mencegah ia rewel saat di ketinggian?
Tetap tenang! “Jika Anda mulai panik, si kecil akan terbawa emosi Anda dan bisa menjadi lebih marah lagi,” ujar Rivoli. Lakukan apa yang biasa Anda lakukan di rumah untuk meredam amarahnya, misalnya menyenandungkan lagu kesukaannya, atau alihkan perhatian dengan mainan. Jangan terlalu khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain. Minta maaflah, tapi ingat, kemungkinan besar bahwa Anda tidak akan bertemu dengannya lagi.
Sebaiknya bawa car seat karena si kecil sudah terbiasa dengan car seat. Walau mungkin berarti Anda harus membeli tiket ekstra, tapi memegang si kecil selama perjalanan bisa menjadi beban dan tidak aman. Jangan lupa membawa tas berisi kudapan dan mainan. Botol, gelas isap, dan mainan penenang, adalah perlengkapan penting. Mengisap sesuatu ketika lepas landas atau mendarat, adalah cara yang cerdas untuk mengatasi tekanan dalam telinga pada anak-anak.
Q: Kami membawa serta si batita pada perjalanan menginapnya yang pertama. Apa yang harus kami cari dari sebuah hotel?
Sebelum Anda memesan, ajukan beberapa pertanyaan pada pihak hotel untuk memastikan tempat itu cukup family-friendly. “Jika mereka tidak menjawab pertanyaan Anda sepenuhnya, carilah hotel lain,” saran Marlene Coleman, MD, penulis Safe and Sound: Healthy Travel With Children. Beberapa hotel bahkan diatur untuk babyproof jika Anda bertanya lebih lanjut. Walaupun begitu, tetap lakukan pengamatan di dalam kamar untuk melihat potensi bahaya, seperti mini bar yang tidak terkunci, dan balkon yang kurang aman. “Umumnya, hotel yang baik memiliki standar keselamatan yang lebih tinggi, jadi jika Anda punya batita, jangan ambil risiko dengan tempat yang harganya murah,” tambah Dr. Coleman.
Q: Kami menyetir selama beberapa jam untuk mengunjungi orang tua. Adakah tip agar perjalanan menjadi tidak terlalu menyiksa bagi si kecil (20 bulan), dan kami?
Berangkatlah larut malam sehingga anak akan tertidur di sebagian besar waktu perjalanan. Jika Anda tidak merasa nyaman untuk mengemudi di malam hari, berangkatlah pagi-pagi sekali dan batasi waktu di dalam mobil sampai 2 jam, dengan berhenti selama 15 sampai 30 menit untuk meregangkan otot dan mendapat udara segar. “Perjalanan Anda menjadi lebih panjang dengan cara ini, tapi itu lebih baik ketimbang perjalanan pendek dengan anak yang merengek,” ujar Rivoli.
Jika ia tak punya kakak, temani ia duduk di belakang. Akan lebih mudah untuk menarik perhatiannya dengan buku atau mainan saat Anda berada di sampingnya. Jika masih khawatir tentang bagaimana sikapnya selama perjalanan, pertimbangkan perjalanan darat dengan estimasi waktu 1 atau 2 jam lebih awal. Pada praktiknya, ini akan membuat ia siap menghabiskan waktu panjang di dalam mobil.
Q: Terakhir kali saya membawa anak saya (1 tahun) ke daerah dengan zona waktu berbeda, ia menjadi rewel sepanjang waktu. Bagaimana saya membantunya mengatasi jet lag?
“Bantulah mereka mengatasi perubahan secara bertahap, agar dapat beradaptasi dengan zona waktu,” ujar Dr. Coleman. Misalnya, jika Anda perlu merubah jadwal makannya agar sesuai dengan waktu makan di daerah yang baru, coba mundurkan waktu makannya perlahan-lahan, 15 menit di hari pertama, 30 menit di hari kedua, dan seterusnya sampai pada waktu yang diinginkan.
Masalah besar lainnya adalah waktu tidur. Jika perbedaan waktu hanya beberapa jam, cobalah tiba setelah hari gelap, yang akan membantunya tertidur dan melewatkan jeda waktu untuknya. Untuk perubahan waktu yang lebih besar, ambil waktu penerbangan malam yang terakhir. Tetaplah berpegang pada rutinitas normal sebanyak mungkin. Jika Anda biasanya memandikan dan membaca cerita untuknya sebelum tidur, lakukan hal yang sama saat liburan. Bawa selimut favorit yang akan membuatnya merasa seolah-olah ada di rumah.
Post a Comment