0


1. PEUYEUM KETAN KHAS KUNINGAN

Kabupaten Kuningan sejak awal Kemerdekaan sudah dikenal di mancanegara. Saat itu, perjanjian Linggajati dilaksanakan di Linggajati orang lebih mengenalnya dengan nama Linggarjati Kab. Kuningan.

Alam Kab. Kuningan juga sudah banyak dikenal dan dinikmati oleh masyarakat, khususnya para wisatawan. Banyak makanan khas Kabupaten Kuningan semacam opak yang oleh masyarakat disebutnya beca dan yang paling populer peuyeum ketan.

Khusus peuyeum ketan, para wisatawan banyak yang doyan. Bahkan, mereka banyak yang membelinya sebagai buah tangan bagi keluarganya di rumah. Rasa peuyeum ketan Kuningan ini berbeda dari produk daerah lain. Luar biasa. Manisnya pas di lidah. Peueutnya (air peuyeum) banyak digemari dan menjadi idola.

Para pedagang kuliner di Kuningan, umumnya selalu menjual peuyeum (tape) ketan yang memiliki tekstur dan aroma khas, membangkitkan selara. Mereka mengemasnya dalam ember.

Untuk ember yang besar yang berisi sekitar 100 bungkus peuyeum ketan yang dibungkus daun jambu air dipatok harga Rp 55.000.- ember yang lebih kecil dengan isi 60 bungkus peuyeum ketan dibanderol Rp. 35.000.-

Seorang pedagang mengemukakan, saat arus mudik dan arus balik banyak produk peuyeum ketan yang dibeli. Heti, misalnya, dalam tempo tiga hari saja peuyeum ketan yang terjual mencapai 500 ember ukuran besar dan kecil. “Hari-hari wisata biasa, peuyeum ketan yang terjual tidak selaris saat mudik dan balik”, ujarnya

Jadi, jika berwisata ke Kuningan untuk menyaksikan panorama indah Kabupaten Kuningan dengan gunung Ceremai yang menjulang dan menantang, peuyeum ketanlah yang menjadi idola para wisatawan sebagai buah tangan untuk keluarga dan kerabat yang ada di rumah.


2. RUJAK KANGKUNG KHAS KUNINGAN


Entah berawal dari siapa, rujak kangkung menjadi salah satu makanan khas kota kuda, Kuningan-Jawa Barat. Sekilas, hidangan ini tidaklah istimewa. Hanya berupa kangkung rebus yang disiram bumbu berwarna hitam dan disajikan diatas daun pisang. Namun keistimewaannya barulah dapat dicicipi setelah Rujak Kangkung tersebut sampai di mulut. Di Kuningan, harga satu porsi Rujak Kangkung cukup terjangkau, yakni berkisar dua ribu rupiah saja! Adapun yang penasaran dengan cara membuatnya, berikut langkah yang bisa diikuti:

Bahan Utama: 10 ikat kangkung, 8-10 batang

Bahan tambahan (optional):

2 potong tahu ukuran 8 cm x 8 cm, goreng, potong 1 cm x 2 cm x 2 cm

1 buah mentimun, cuci, potong tipis

100 gr taoge, bersihkan, rebus

Sambal :

10 cabai rawit

3 cabai merah

1 sendok teh terasi

Garam secukupnya

200 gr gula jawa

1/2 sendok teh asam jawa

Cara memasak :

1. Siangi kangkung, pilih bagian yang muda, kemudian rebus dan tiriskan.

2. Sambal : Gerus cabai rawit, cabai merah, terasi, garam dan gula jawa sampai rata, tambahkan asam jawa dan kalau perlu campurkan 1-2 sendok air masak.

3. Aduk kangkung rebus, tahu, mentimun, taoge dan sambal jadi satu.

Sensasi rasa pedas dan terasinya yang khas kadang sulit untuk ditiru, makanya meski disebut sebagai menu sederhana, tapi tetap saja ada ke-khas-an tersendiri yang sulit untuk di-imitasi.

3. NASI KASRENG KHAS LURAGUNG - KUNINGAN

Hidangan yang belum jelas siapa penciptanya ini berasal dari Luragung landeuh, kecamatan Luragung-Kuningan, Jawa Barat.

1x1.trans Rujak Kangkung & Nasi Kasreng
Nasi kasreng sendiri terdiri dari nasi putih dicampur rebon atau udang kecil goreng, goreng ikan paray, pepes paray, sambel, lalab toge, dan gorengan. Kadang ditambah kacang panjang dan tauge rebus. Lalu diatasnya dilumuri dengan sambal pedas-manis. Ada yang bilang mirip nasi lengko. Bedanya, nasi kasreng tidak menggunakan potongan tahu atau tempe goreng. Ada pula yang menyebutnya mirip nasi kucingnya Yogyakarta, namun nasi kasreng tidak dicampuri tempe kering, teri goreng, sambal goreng, babat, bandeng, usus, kepala/cakar ayam serta sate telur puyuh. Adapun harga yang ditawarkan penjual cukup menggiurkan, yakni seribu lima ratus rupiah saja untuk satu porsi!

4. RAGINAG KHAS KUNINGAN
Raginang adalah makanan khas sejenis keripik yang terbuat dari beras ketan yang dikukus dengan rempah tertentu yang dikeringkan/dijemur kemudian digoreng. Biasanya dicetak dengan bentuk bulat atau lonjong. Selain rasa yang original baik asin maupun manis sekarang sudah tersedia raginang dengan berbagai rasa seperti keju, pedas, dan rasa lainnya. Biasanya raginang aneka rasa tersebut sudah dibungkus dengan kemasan plastik.

5.KERIPIK GADUNG KHAS KUNINGAN

Keripik Gadung
Keripik Gadung adalah keripik yang terbuat dari sejenis umbi yang bernama gadung. Tanaman Gadung (Discorea Hispida) banyak tumbuh di ladang-ladang perkebunan di Kuningan. Tidak semua orang yang bisa mengolah gadung menjadi keripik, karena jika tidak diolah dengan benar bisa menjadi beracun. Untuk menghilangkan racunnya Umbi Gadung yang sudah dibersihkan dan diiris tipis kemudian diperam dengan abu baru dijemur. Keripik Gadung rasanya khas dan tidak terlalu keras teksturnya berbeda dengan keripik umbi ataupun keripik ketela pohon.

Post a Comment

 
Top