PEMANDIAN Air Panas selalu diburu banyak orang. Selain untuk berwisata, pemandian air panas juga berdampak positif untuk kesehatan tubuh. Salah satunya adalah relaksasi.
Salah satu pemandian air panas yang banyak diburu adalah Pemandian Air Panas di Hatuasa, Ambon. Untuk mencapai tempat ini tidaklah mudah. Untuk mencapai lokasi harus menempuh perjalanan panjang, sekira satu hingga dua jam dari kota Ambon. Tempat wisata tersebut berada di Desa Tulehu.
Hadirnya pemandian air panas ternyata memiliki cerita tersendiri. Awalnya, Haji Muhammad Nahumaruri berniat untuk membuka kebun Pohon Sagu di area tanah yang dimilikinya. Tapi, saat menggali lubang yang muncul justru uap air panas. Pensiunan tentara itu pun sontak kaget, barulah kemudian di tahun 1990-an pria yang akrab disapa Ahmad itu membangun tempat pemandian air panas.
"Dulunya saya berniat untuk membuka kebun pohon sagu, tapi pas digali muncul uap panas yang ada dari balik batu, awalnya saya ragu, ketika digali lebih dalam sekira 60 meter terlihat sumber air panasnya," ucapnya kepada Okezone, baru-baru ini.
Usai menemukan sumber air panas, dia tak labfsung membuat tempat pemandian air panas. Diakuinya, butuh waktu lama memikirkannya. Sekira bulan April 1990an, barulah tempat wisata ini mulai dibangun olehnya. Kolam pertama yang dibangunnya memiliki panjang 12 meter, lebar 3 meter.
"Pemandian air panas ini hanya terdapat satu kolam saja, tapi karena peminatnya banyak maka tahun depan akan ditambah lagi, tapi bagi mereka yang tak bisa air panas maka dibagian sebelahnya terdapat kolam yang dipenuhi air panas dengan suhu yang tak terlalu tinggi," timpalnya.
Menurutnya, suhu air panas yang berada di Hatuasa adalah 57 hingga 70 derajat celcius. Curah hujan justru suhu panas akan menjadi lebih tinggi.
"Musim hujan membuat panas bumi yang muncul akan jadi lebih panas, Hal ini terjadi karena tanah menjadi lembek ketika hujan datang, otomatis pori-pori tanah akan terbuka, penyerapan air panas pun jadi lebih cepat terjadi ketimbang musim panas," tuturnya lagi.
Penamaan Hatuasa diambil dari bahasa Ambon, yakni Hatu yang berarti batu sementara Asa adalah gosok. Diakuinya, Penamaan inilah yang merupakan penemuan air panas pertama kali.
Untuk membuktikannya, Okezone pun menyambangi tempat wisata pemandian air panas. Tempat wisata ini terlihat kurang terawat dengan baik, kurangnya lampu penerangan kemudian minimnya kebersihan menjadi nilai negatifnya, apalagi untuk menuju pemandian air Hatuasa maka ada baiknya tidak mendatanginya ketika waktu sudah malam.
Soal air panasnya dijamin membuat Anda dan keluarga akan terasa betah, sebab di kolamnya airnya terasa panas, serta di beberapa titik terdapat asap yang muncul dari bawah tanah sehingga bisa dimanfaatkan untuk sekedar sauna, tempat duduknya pun sudah disediakan.
Guna merasakan pemandian air panas Hatuasa ini, cukup merogoh kocek Rp5 ribu. Tempat ini pun dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIT.
Post a Comment