0
traveling ibu hamil

Banyak ibu hamil yang ragu untuk melakukan traveling karena takut mengganggu kondisi janinnya. Sebenarnya, bolehkah seorang ibu hamil melakukan traveling? Tentu saja boleh, selama traveling tidak dilakukan secara sembrono. Bagaimana traveling yang aman untuk ibu hamil?
Berikut beberapa tips dan trick untuk traveling ibu hamil yang aman dan nyaman bagi kondisi janin.
1. Check up dan konsultasi ke dokter
Sebelum melakukan traveling, ibu hamil harus memeriksakan kandungannya ke dokter dan konsultasikan rencana traveling yang akan dilakukan. Pastikan usia kandungan, kondisi janin, juga kondisi sang ibu memungkinkan untuk melakukan traveling. Traveling ibu hamil sebaiknya dilakukan pada usia kandungan 14-28 minggu, karena pada usia tersebut usia kandungan dianggap paling stabil dan aman untuk melakukan traveling.
Pada usia kandungan 0-14 minggu biasanya ibu hamil masih sering mengalami mual dan rawan terjadinya keguguran karena janin yang belum cukup kuat. Sedangkan pada usia kandungan di atas 28 minggu, resiko yang paling berbahaya adalah terjadinya kelahiran premature. Maka sebelum melakukan traveling ibu hamil wajib berkonsultasi kepada dokter kandungan mengenai kondisi kesehatannya dan apa saja yang perlu diperhatikan selama traveling

2. Pilih sarana transportasi yang aman untuk ibu hamil
Hindari memilih sarana transportasi yang rentan akan guncangan seperti kapal laut dan kereta api. Bila ingin traveling menggunakan mobil atau bis, perhatikan juga rute yang akan dilewati. Sebisa mungkin jauhi rute yang memiliki daerah berpotensi guncangan tinggi ketika dilewati. Pilih juga tempat duduk yang nyaman dan tidak terlalu sempit agar terhindar dari resiko benturan yang membahayakan kandungan.

3. Kenakan busana nyaman
Ketika hamil, pakaian yang longgar dan sepatu yang datar lebih disarankan untuk dikenakan. Selain bisa membuat sang ibu tidak nyaman, pakaian terlalu ketat juga bisa menekan posisi janin dalam kandungan. Ibu hamil juga cenderung lebih cepat berkeringat, sehingga lebih baik menggunakan pakaian yang sedikit longgar dan menyerap keringat.
Untuk sepatu, sebaiknya jangan pernah gunakan sepatu dengan berhak tinggi dan licin. Biasanya kaki ibu hamil akan mengalami pembengkakan akibat adanya pelebaran pembuluh darah, sehingga berbahaya menggunakan sepatu-sepatu jenis tersebut. Pilih sepatu atau sendal yang nyaman serta membantu kaki bebas bernapas agar traveling lebih menyenangkan.

4. Siapkan bekal untuk selama traveling
Air mineral wajib dibawa! Ibu hamil sangat rentan terkena dehidrasi, sehingga hendaknya membawa persediaan air mineral yang cukup karena belum tentu bisa menemukan air mineral saat dibutuhkan. Membawa bekal sendiri dari rumah juga lebih dianjurkan, karena ibu hamil membutuhkan nutrisi lebih banyak daripada orang lain. Bekal yang dimaksud tidak perlu makanan berat seperti nasi beserta lauk pauknya. Cemilan sehat seperti buah-buahan segar dan kacang-kacangan lebih baik bagi ibu hamil, dan sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung MSG.

5. Bawa bantal
Biasanya punggung dan pinggang belakang ibu hamil mudah terasa pegal. Untuk mengatasinya, tempatkan bantal kecil di kursi tempat anda duduk. Ketika traveling dengan pesawat dan terlalu repot untuk membawa bantal sendiri, minta pada pramugari bantal tambahan. Menempatkan satu atau dua bantal di bawah kaki, di bawah perut dan di belakang punggung akan membuat traveling ibu hamil terasa lebih nyaman.

6. Istirahat dan usir bosan
Jika melakukan traveling dengan kendaraan pribadi, usahakan beristirahat setiap dua jam sekali. Hal ini bertujuan agar ibu hamil bisa meregangkan otot-ototnya setelah lama duduk. Ibu hamil memiliki resiko untuk mengalami pembekuan atau penggumpalan darah lebih tinggi dibandingan dengan yang tidak hamil. Oleh sebab itu, jangan malas untuk berhenti setiap dua jam sekali dan berjalan-jalanlah selama 10 menit sebelum melanjutkan perjalanan anda. Hal ini juga bertujuan agar ibu hamil tidak bosan selama perjalanan.
Bila terpaksa tidak bisa istirahat dalam waktu yang lama, selama perjalanan lakukanlah treatment sederhana. Rentangkanlah kedua kaki. Sesekali putarlah pergelangan kaki dan goyangkan jari-jari kaki. Jangan hanya duduk diam tanpa bergerak. Hal ini bermanfaat untuk menjaga agar otot-otot kaki agar tidak kaku dan peredaran darah lancar juga untuk merenggangkan betis ibu hamil.

Lokasi tujuan traveling ibu hamil juga sangatlah penting. Hindari daerah-daerah vaksinasi yang mewajibkan melakukan imunisasi, karena bisa berbahaya bagi kesehatan janin. Lebih baik traveling ibu hamil ditujukan ke lokasi-lokasi yang santai dan menyenangkan. Bila sang ibu menikmati perjalanannya, maka sang janin pun akan ikut senang.

Post a Comment

 
Top