0
Pedang di atas batu karang

Senang deh liburan ini. Saya bisa jalan-jalan ke tempat-tempat baru. Salah satunya pulau Nusa Kambangan. Bukan untuk lihat-lihat penjara, tapi untuk menikmati indahnya pantai pasir putih di sana.

Saya berangkat ke Nusa Kambangan bersama keluarga saya kira-kira pukul 8 pagi naik ferry dari Cilacap. Perjalanan naik ferry kurang dari 10 menit. Kami ditemani seorang kenalan paman saya yang bekerja di salah satu lapas (lembaga pemasyarakatan) di pulau tersebut.

Dari perhentian ferry, kami menaiki mobil menuju pantai. Sepanjang perjalanan, saya melihat lapas-lapas yang ada di pulau itu. Mulai dari Lapas Batu, Lapas Besi, Lapas Narkotika, Lapas Kembang Kuning, dan masih ada lapas-lapas lain yang saya lupa namanya. Ada juga beberapa rumah-rumah di kiri-kanan jalan, tapi entah kenapa kebanyakan terlihat kosong dan lama terabaikan.

Sampai di pantai, mata saya langsung tertarik kepada sebuah batu karang yang mempunyai pedang besar tertancap di atasnya. Karena air laut sedang cukup tinggi dan ombak sedang agak ganas, pengunjung pantai ngga bisa mendekati dan naik ke batu itu buat melihat pedang tadi. Saya penasaran pedang itu punya cerita apa. Saya membayangkan dulu ada dewa apaa yang bertarung dengan dewa manaaa lalu salah satu dari mereka dikutuk menjadi pedang yang tertancap itu karena kalah. Hahahaa.



Dari pantai itu, kita bisa menuju pantai lain yang jauh lebih secluded dan tak kalah indahnya melalui jalan setapak yang dibuat menyusuri pinggir hutan. Ngga jauh kok, hanya 10 menit jalan kaki. Tapi kalau jalan sendirian, males juga kali yaa. Hutan gitu di kiri-kanan.


Bedanya pantai pertama dan kedua, pantai kedua itu pasirnya ditutupi banyaaaak kerang. Adik sepupu saya malah lihat ubur-ubur kebawa ombak waktu berdiri di tepi pantai. Banyak batu karang yang oke buat dijadiin tempat berfoto. Berhubung kemarin ombak lagi besar, saya dan sepupu-sepupu saya sempat berfoto di atas batu karang dengan efek semburan ombak di belakang.

Pantai pertama - a

Oh ya, di kedua pantai tadi, saya ngga melihat orang-orang berenang di laut. Entah apa karena ombak waktu itu sedang buas atau memang orang ngga biasa berenang di sana. Saya juga jarang lihat pedagang di sepanjang pantai. Katanya sih dulu banyak pedagang yang ada di sepanjang pantai Nusa Kambangan ini. Mungkin pengaruh bencana tsunami pantai Parangtritis dulu, yang juga menyebabkan banyak orang yang saat  itu ada di pantai Nusa Kambangan hilang.
Image0081

Satu saran lagi. Di pulau ini banyak tahanan yang sudah mendekati akhir masa tahanannya dibolehkan berbaur dengan masyarakat. Biasanya mereka menjual batu cincin kepada pengunjung pantai. Nahh, tante saya kemarin mengingatkan agar jika bertemu mereka, kita bersikap biasa saja tapi tetap menjaga agar tidak terlalu banyak memberi tahu identitas diri kita. Teman tante saya ada yang pernah kelepasan ngobrol banyaak ampe cerita rumahnya di mana. Ujung-ujungnya beberapa bulan setelah kunjungannya ke Nusa Kambangan, teman tante saya itu didatangin ke rumahnya. Gyaa gyaa. Meskipun kita ngga berprasangka negatif terhadap tahanan-tahanan yang hampir bebas itu, tapi ada baiknya menjaga diri juga. :)
Deg-degan nunggu ombak dari belakang
Selain pantai, sebenarnya ada lagi hal-hal menarik yang bisa dilihat di Nusa Kambangan, seperti benteng peninggalan Portugis, prasasti peninggalan zaman VOC dan sebagainya. Tapi saya tidak sempat melihat tempat-tempat itu.

Saya dan keluarga saya puas dan heppiiiii banget main-main di pantai tadi. Kami kembali ke Cilacap naik ferry menjelang jam makan siang. Jadi pengen main ke pantai-pantai lainnya yang ada di Indonesia. Hohooo. Pasti masih banyaaak yang bagus-bagus seperti di Nusa Kambangan ini.

Post a Comment

 
Top