Saya berangkat ke Nusa Kambangan bersama keluarga saya kira-kira pukul 8 pagi naik ferry dari Cilacap. Perjalanan naik ferry kurang dari 10 menit. Kami ditemani seorang kenalan paman saya yang bekerja di salah satu lapas (lembaga pemasyarakatan) di pulau tersebut.
Dari perhentian ferry, kami menaiki mobil menuju pantai. Sepanjang perjalanan, saya melihat lapas-lapas yang ada di pulau itu. Mulai dari Lapas Batu, Lapas Besi, Lapas Narkotika, Lapas Kembang Kuning, dan masih ada lapas-lapas lain yang saya lupa namanya. Ada juga beberapa rumah-rumah di kiri-kanan jalan, tapi entah kenapa kebanyakan terlihat kosong dan lama terabaikan.
Sampai di pantai, mata saya langsung tertarik kepada sebuah batu karang yang mempunyai pedang besar tertancap di atasnya. Karena air laut sedang cukup tinggi dan ombak sedang agak ganas, pengunjung pantai ngga bisa mendekati dan naik ke batu itu buat melihat pedang tadi. Saya penasaran pedang itu punya cerita apa. Saya membayangkan dulu ada dewa apaa yang bertarung dengan dewa manaaa lalu salah satu dari mereka dikutuk menjadi pedang yang tertancap itu karena kalah. Hahahaa.
Dari pantai itu, kita bisa menuju pantai lain yang jauh lebih secluded dan tak kalah indahnya melalui jalan setapak yang dibuat menyusuri pinggir hutan. Ngga jauh kok, hanya 10 menit jalan kaki. Tapi kalau jalan sendirian, males juga kali yaa. Hutan gitu di kiri-kanan.
Bedanya pantai pertama dan kedua, pantai kedua itu pasirnya ditutupi banyaaaak kerang. Adik sepupu saya malah lihat ubur-ubur kebawa ombak waktu berdiri di tepi pantai. Banyak batu karang yang oke buat dijadiin tempat berfoto. Berhubung kemarin ombak lagi besar, saya dan sepupu-sepupu saya sempat berfoto di atas batu karang dengan efek semburan ombak di belakang.
Saya dan keluarga saya puas dan heppiiiii banget main-main di pantai tadi. Kami kembali ke Cilacap naik ferry menjelang jam makan siang. Jadi pengen main ke pantai-pantai lainnya yang ada di Indonesia. Hohooo. Pasti masih banyaaak yang bagus-bagus seperti di Nusa Kambangan ini.
Post a Comment